Ini merupakan lanjutan dari cerita yang berjudul "Ada Yang Berbeda Darimu" . Happy Reading~
Hari demi hari ku
lewati tanpa ada kamu disisiku, tanpa kehadiranmu lagi. Ya kau kini hanya
sekedar masa laluku, yang memutuskan untuk meninggalkanku. Disaat sebelumnya
kau mulai berubah, sifatmu yang tak seperti biasanya.
Sudah seminggu
kejadian itu berlalu, tapi aku tetap tak bisa menghentikan kesedihanku ini. Aku
tetap tak bisa menahan air mata ku ini. Kini semua telah berbeda. Handphone-ku
yang dahulu selalu bergetar karena sms darimu kini sunyi, tak ada lagi dirimu.
Dahulu kau selalu menemaniku saat sepulang sekolah, sekarang sudah tidak lagi.
Jalan yang kulalui sepulang sekolah adalah jalan yang sama saat kulalui
bersamamu. Jalan itu menorehkan semua kenangan itu. Betapa indahnya disaat kau
berjalan di sebelahku, disaat kau menggenggam tanganku, tapi semua itu hanya
kenangan lalu. Semua itu hilang ditelan waktu.
Semua kenangan kita
selalu berputar di otakku. Selalu, dan tidak pernah hilang. Disini, aku selalu
memperhatikanmu, selalu ingin melihat senyuman dari wajahmu, dan aku selalu
melihat senyuman itu. Aku turut senang karena kamu bahagia tanpaku, walaupun disini
ada aku yang berusaha sekuat tenaga untuk tersenyum tanpamu.
Aku dan kau masih
dekat seperti layaknya teman biasa, tapi keadaan itu tak berlangsung lama.
Perlahan-lahan kau mulai menjauh dariku. Kau kini benar-benar telah menghilang.
Aku mencoba untuk merelakanmu, tapi ternyata itu semua tak semudah yang aku
bayangkan. Aku lelah seperti ini, aku selalu memikirkanmu, tapi apa kau masih
mengingatku? Apa kau masih memikirkanku? Siapakah aku dihatimu hingga kau tak
kunjung pergi dari pikiranku? Apa aku tak boleh bahagia sepertimu, yang mampu
bahagia diluar sana tanpa kehadiranku?
Kadang aku ingin
melupakanmu sejenak dari pikiranku, tapi kadang aku tak mau melupakanmu. Aku
ingin kau selalu ada di pikiranku walaupun aku tak ada di pikiranmu. Setelah
satu tahun aku bertahan denganmu mungkin kini aku memang harus melupakan semua
ini. Kau disana sudah menyukai orang lain yang lebih baik dariku. Mungkin
memang inilah waktu yang tepat bahwa aku harus merelakan kepergianmu.
Kau dan dia, dia
yang cantik, dan sangat baik itu mampu memikat hatimu. Dia juga mulai
menampakkan ciri-ciri bahwa dia mulai menyukaimu. Kau dan dia akan menjadi
pasangan yang sangat indah. Yang pasti akan bahagia. Lalu apa gunanya aku? Apa
aku hanya menjadi sampah yang mengganggu hubungan mereka? Apa aku hanya menjadi
perusak? Aku tak mau. Tapi, aku juga tak mau kehilanganmu. Aku belum sanggup
mengikhlaskanmu dengan orang lain. Aku belum sanggup melihat kau bersamanya.
Tapi disini aku
berusaha untuk selalu tersenyum, berusaha untuk bahagia melihat kau dan dia.
Semua ini aku lakukan hanya karena satu hal. Aku tulus menyayangimu, tanpa
memandang kamu dari segi apapun.
Dari mantanmu
Yang hingga kini belum sanggup kehilanganmu
Yang sedang belajar untuk tersenyum tanpamu
ミ★Milla
Nur Widyastuti★彡

0 komentar:
Posting Komentar