RSS

Ada Yang Berbeda Darimu

Tepat hari itu aku dan kamu merayakan hari jadi kita yang ke-6 bulan. Tidak terasa sudah setengah tahun aku bersamamu. Dan sudah setengah tahun pula kau menjadi orang yang spesial dihatiku.
Seperti bulan-bulan sebelumnya kau dan aku saling mengucapkan "happy anniversary" doa doanya pun selalu sama "semoga makin awet, makin setia, makin sayang satu sama lain" dan aku sangat berharap semua doa itu bisa menjadi nyata.
Hari itu aku pergi bersamamu, kukira hari itu akan menjadi indah tapi mungkin tidak. Kau berbeda. Sifatmu sangat aneh di hari itu. Kau jarang tersenyum, bahkan kau jarang mengeluarkan kata-kata yang lucu dari bibirmu itu. Apa yang salah dariku hingga kau menjadi seperti ini? Bukankah seharusnya hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan untukku? Bahkan untuk kita.
Mungkin tidak seperti pertemuan biasanya, aku dan kamu memutuskan untuk pulang lebih cepat dari biasanya. Disaat perpisahan itu karena jalan pulang kita yang berbeda, ada lagi yang berbeda darimu. Kata-kata yang biasanya selalu kau ucapkan tak kau ucapkan lagi. Ada apa denganmu? Apa yang membuat kau menjadi seperti ini?
Hari demi hari aku lewati dengan penuh tanda tanya. Mengapa kau berbeda? Mengapa kau tak seperti biasanya terhadapku? Ya semua pertanyaan itu hanya aku pendam di dalam hatiku. Aku tak menanyakan itu terhadapmu.
Hingga pada suatu hari, tepatnya 5 hari setelah kita merayakan hari jadi kita semua pertanyaan yang ada di dalam hatiku terjawab sudah. Kau pergi meninggalkanku. Apa ini alasan yang membuatmu berubah beberapa hari ini? Apa salahku sehingga kau pergi meninggalkanku? Apa kau sudah tidak menyayangiku lagi? Apa kau sudah menemukan orang lain dihatimu?
Semua pertanyaan itu muncul ketika kau memutuskan untuk pergi dari hidupku. Ketika kau memutuskan untuk tidak menjadi pangeran hatiku lagi.
Air mata itu sudah tak terbedung di kelopak mataku. Air mataku jatuh dengan derasnya di pipiku. Aku tak pernah membayangkan perpisahan ini akan terjadi. Aku tak pernah berniat untuk pergi meninggalkanmu. Tapi kau? Kau yang memutuskan perpisahan ini terjadi.
Esok hari disaat aku terbangun, matahari memancarkan sinarnya yang terang. Tapi matahari sedang bertolak belakang denganku. Aku tak secerah hari-hari sebelumnya. Bahkan mataku menjadi sembap karena semalaman menangis. Aku masih tak percaya akan kejadian semalam itu. Aku berharap itu hanya sekedar mimpi buruk, tapi ternyata aku salah. Itu semua adalah kejadian pahit yang nyata, nyata ada di kehidupanku.
Sejujurnya pada hari itu aku hanya ingin memeluk gulingku, dan membasahinya dengan air mataku. Tak ada niat untuk pergi ke sekolah, tak ada niat untuk bertemu teman-teman. Bahkan tak ada niat untuk keluar dari kamarku. Dan aku tak sanggup untuk bertemu denganmu.
Saat itu hanya satu sahabatku yang mengetahui apa yang terjadi denganku. Aku datang ke sekolah dengan mata sembap yang masih agak kemerahan. Sahabatku memintaku untuk menceritakan hal yang terjadi dengan lengkap. Aku pun menceritakan semuanya, semua yang menimpaku. Disaat aku bercerita tak terasa air mata itu mulai jatuh dengan sendirinya, ia mengalir tanpa aku ketahui. Dan disaat itu tepat disaat aku sedang melihat kearah pintu, kau datang. Kau yang dulu menjadi semangatku, yang dulu menjadi senyumku. Yang dulu mengisi hatku. Tapi kini semua itu telah sirna, semua itu hanya segores tinta yang tertinggal di buku kehidupanku. Kini kau hanya sekedar masa laluku.


Ditulis saat aku mengingat kamu
Orang yang pernah mengisi ruang di hatiku


ミ★Milla Nur Widyastuti

0 komentar:

Posting Komentar