ini adalah lanjutan dari We Are One . ya sekedar iseng iseng saja.
Aku, kamu, dan dia.
Kita yang dahulu tak saling kenal, dan tak saling peduli satu sama lain. Dan
akhirnya kita bisa menjalin sebuah persahabatan seperti sekarang ini. Betapa
beruntungnya aku bisa mengenal kalian dalam hidupku. Dulu sewaktu masa kelas 7
aku hanya mengenal Fitri, Hera, dan Mila Putri. Bahkan aku tak mengenal Swesti
dan Tia ._.
Aku mengenal Fitri
karena dia memang satu kelas denganku, aku mengenal Hera dan Mila Putri di
ekskul yaitu paskibra. Tapi aku lebih dulu mengenal Hera karena dia sering main
ke kelasku dulu. Sewaktu kelas 7 bahkan aku tak dekat dengan Fitri, hanya
sekedar teman biasa. Tapi semua berbeda saat di kelas 8. aku pernah bermimpi
dan mimpi ku menjadi nyata. Aku bermimpi bahwa aku akan masuk ke kelas 8.1 dan
aku akan sekelas dengan Fitri bahkan sebangku dengannya. Bahkan disaat aku
sedang mencari tau dimana kelasku, aku tak bersama sahabt-sahabatku di kelas 7,
aku berpencar dengan mereka dan mencari kelasku bersama Fitri.
Sehabis upacara di
depan kelas 9.D atau dulunya kelas 7.1 aku bilang sama Fitri "pit, kalo
kita sekelas kita duduk bareng yaa" dan Fitri pun mau duduk bersamaku.
"cari dari
kelas 8.1 dulu yuk, yang di ujung" kata Fitri kepadaku. Dan kita berdua
langsung melihat daftar nama yang sudah di tempel di depan jendela kelas. Aku
melihat namaku di daftar itu.
"kayanya gue
gak ada disini deh" kata Fitri
"masa
sih?" kataku panik dan aku langsung mencari namanya.
"ini ada
pit" ujarku sambil namanya.
"oiya, gue gak
liat :D duduk berdua nih ya kita" katanya
"iyaa :D"
kataku sangat bersemangat
Aku melihat nama
nama anak yang lain. Sepertinya anak-anak nya akan asik.
Awalnya aku hanya
biasa saja dengan kelas 8.1 . Depanku Hera dan Mutia :D keesokan harinya Vicky
dari kelasku memutuskan untuk pindah ke kelas 8.5 . Dan Swesti pindah dari
kelas 8.2 ke kelas 8.1 . Awalnya dia itu duduk sama Indana. Tapi lama-lama
Swesti jadi duduk sama Hera di depanku. Kita ber4 pun menjadi dekat. Tak hanya
di sekolah tapi kadang kami juga pergi keluar bersama.
Swesti dan Hera
sering main ke belakang, bareng sama Tia, Mila Putri, Lia, dan CB (nama aslinya
sih Indri :D) mereka sampe bikin geng gitu namanya geng gembel sama geng
mencret :D haha gokil kan. Ya itu Cuma sekedar buat main-mainan doang kok.
Karna itulah Hera,
dan Swesti juga lumayan dekat dengan Mila Putri, dan Tia.
Sedangkan Aku, dan
Fitri. Kami baru mulai dekat dengan Tia, dan Mila Putri semenjak kelas 9,
karena kita ber4 sekelas. Depan belakang pula duduknya. Dan semua itulah awal
dari kedekatan kami ber6.
Setiap istirahat
kami selalu berkumpul. Ya walaupun memang tak setiap hari. Kami juga sering
main keluar bersama, ke Mall terutama. Ya walaupun kadang lagi bokek tapi mah
yang penting mejeng haha :D bosen sama suasana sekolah yang gitu-gitu doang.
Sekarang kita
kemana-mana ber6 mulu, bahkan sampai orang tua kita tahu kalau kita kemana-mana
selalu bareng-bareng. Setiap mau pergi kemana dan ditanya sama siapa pasti
jawabannya "mau main, biasalah ber6" pasti orang tua sudah mengerti
:D apalagi ibu sama bapaknya Fitri, pasti hafal banget dengan kita karena kita
main mulu ke rumahnya :D rumahnya udah kaya beskem gitu deh.
Sekarang kita udah
mau lulus, mudah-mudahan sih lulus semua satu sekolahan. Dan mudah-mudahan juga
dapet nilai yang memuaskan semua. Kita udah sama-sama tau kalo ada yang berbeda
jurusan diantara kita ber6. kita udah milih jalan kita sendiri-sendiri. Ya walaupun
gitu aku pengen banget kita tetep bersama. Aku pengen kalian juga gak pernah
lupa sama aku, dan juga jangan saling melupakan satu sama lain. Aku ingin kita
tetap masih berkomunikasi walaupun kita sudah tak satu sekolah.
Aku ingin kita
bertemu disaat kita sukses nanti, bersama pasangan abadi kita, dan juga
malaikat kecil kita :) kira-kira gimana yaaa :D
Apakah Hera yang
jarang banget nyisir, jadi rajin nyisir ?
Apakah Fitri yang
lolanya parah banget, jadi gak lola lagi?
Apakah Swesti yang
tingkahnya masih kaya anak-anak itu bisa menjadi bersikap dewasa?
Apakah Mila Putri
yang tinggi itu, akan makin tinggi?
Apakah Tia yang batu
itu, bisa menjadi wanita yang memainkan perasaan bukan hanya logika?
Dan apakah aku yang
bawelnya parah banget, bisa mengurdangi kebawelanku ini?
Ya itu semua hanya
waktu menjawab. Tapi ingatlah kawan aku selalu mendoakan yang terbaik untuk
kalian, aku akan selalu mengingat kalian. Dan aku harap kalian juga seperti
itu.
We Are One GM :*
({})
Dan terima kasih
untuk selama ini karna kalian selalu mengerti keadaan, dan perasaanku, disaat
suka maupun duka. Kalian yang terbaik sobat ;)
