RSS

Tuhan, aku menyanginya…..


    Matahari sudah terbit dari peraduannya, ia sudah mulai memancarkan sinarnya yang menghangatkan bumi ini. Kita pun sudah mulai bisa merasakan betapa panasnya cahaya yang di buat oleh matahari. Jam mulai menunjukkan pukul 8 pagi, bel sudah berbunyi, dan waktu olahraga sudah dimulai. Pertemuan itupun terjadi. Kau yang sedang duduk dengan teman-temanmu dan aku yang sedang berlari. Kaupun hanya tersenyum. Dan senyumanmu telah menyemangatiku, senyumanmu sangatlah indah.
    Ya, itu semua awal dari kedekatan kita hingga saat ini. Entah mengapa aku tak tau, tapi inilah yang aku rasakan, aku sudah mulai sangat nyaman dengan kedatanganmu disisiku ini, hingga disaat kau sedang tidak ada didekatku aku selalu mencari kemana kau menghilang.
    Aku takut, aku sangat takut jika aku sudah mulai mencintaimu. Entah mengapa aku tak ingin itu terjadi. Jangan biarkan aku mencintainya Tuhan. Jika aku sudah berani mencintainya, aku juga harus berani kehilangan dia. Aku tak ingin kehilangan dia. Jika memang aku ditakdirkan untuk mencintainya, bawalah dia menjadi milikku.
    Tapi aku juga takut jika dia menjadi milikku, aku tak mungkin memilikinya untuk selamanya. Tuhan, aku mencintainya, aku menyayanginya, aku ingin memilikinya tapi aku tak ingin kehilangan dia Tuhan. Aku ingin memilikinya tapi apakah mungkin jika aku sudah bersamanya aku takkan kehilangan dia? Apakah mungkin aku dan dia akan terus bersama?
    Aku tak ingin lagi merasakan pahitnya kehilangan orang yang benar -benar aku sayangi Tuhan. Aku tak ingin itu terjadi lagi. Aku hanya ingin bersamanya, bersama dengan orang yang aku sayang.
    Jika memang aku tak bisa memilikinya bawalah dia kepelukan orang orang yang menyayanginya, ke pelukan orang orang yang bisa menjaganya,ke pelukan orang yang tak akan menyakitinya.
    Tuhan, aku tau kau yang paling mengerti siapa yang paling pantas untuk menjaganya. Jangan biarkan dia bersedih Tuhan, jangan biarkan dia menghilangkan senyuman manis dari wajahnya itu. Aku ingin melihat dia bahagia, aku ingin melihat senyumnya selalu terukir di wajahnya.
    Jika memang aku tak bisa membuat senyuman di wajahnya, kirimkan dia seseorang yang mampu membuat dia tersenyum setiap saat. Karna senyumannya adalah kebahagiaanku.


    Jika aku mencintainya apakah aku harus memilikinya?
    Jika aku memilikinya apakah aku nanti akan kehilangan dia?


    (: Milla Nur Widyastuti :)

Kemanakah kamu?


Kamu adalah seseorang yang sudah aku anggap sebagai pelangi yang telah hadir di kehidupanku setelah ada badai gelap datang dikehidupanku. Aku senang ketika kau datang dikehidupanku. Kau sangat ramah, kau sangat mengerti aku, kau sangat perhatian kepadaku. Ya kau sangat peduli kepadaku.
Aku mulai nyaman dengan kedatanganmu dikehidupanku. Aku mulai menemukan hari-hari indah lagi setelah sebelumnya aku merasakan gelapnya perasaan yang ada dihatiku.
Kau melukiskan keindahan di hari-hariku, kau selalu mengukir senyuman indah di bibirku, kau selalu menjadi alasanku mengapa aku selalu tersenyum. Ya, aku sangat senang jika kau sedang ada didekatku.
Kita jalani hari sebagaimana semestinya, seperti air yang mengalir. Tapi aku mulai merasakan ada perasaan yang beda. Entah apa yang aku rasakan ini, akupun mulai tak memahami ini semua. Awalanya aku kira aku hanya merasa nyaman sebagaimana sahabat biasa dengan dia, tapi semakin hari aku semakin menyadari bahwa ini bukanlah perasaan biasa. Aku mulai menyayangimu.
Aku tak tau kenapa aku bisa memiliki perasaan ini aku pun tak pernah menginginkan ini semua terjadi, tapi siapa yang menyangka aku memang telah menyaynginya.
Aku tak mengungkapkan itu, karna aku sendiri beum yakin dengan apa yang aku rasakan ini.
Hingga suatu hari, disaat aku dan kamu sedang berbicara ada yang aneh darimu. Kau seperti menjauh dariku, entah ini hanya perasaanku saja atau memang kau benar benar mulai menjauh dariku. Aku tak mengerti apa yang  membat kau menjauh dariku. Dan yang lebih aku tak mengerti kenapa aku sangat merasa kehilangan kamu disaat kamu sudah mulai mengurangi perhatianmu kepadaku.
Kau berbeda, kau bukanlah dirimu yang dulu. Entah apapun alasanmu yang pasti aku disini telah merasa kehilangan sosok dirimu yang dulu. Aku merindukan kamu yang dulu. Aku ingin kau kembali seperti yang aku kenal dulu.


Dari seseorang yang mengagumimu
Yang menyayangimu
Dan berharap menjadi milikmu

(: Milla Nur Widyastuti :)