Matahari sudah
terbit dari peraduannya, ia sudah mulai memancarkan sinarnya yang
menghangatkan bumi ini. Kita pun sudah mulai bisa merasakan betapa panasnya
cahaya yang di buat oleh matahari. Jam mulai menunjukkan pukul 8 pagi, bel
sudah berbunyi, dan waktu olahraga sudah dimulai. Pertemuan itupun terjadi.
Kau yang sedang duduk dengan teman-temanmu dan aku yang sedang berlari. Kaupun
hanya tersenyum. Dan senyumanmu telah menyemangatiku, senyumanmu sangatlah
indah.
Ya, itu semua awal
dari kedekatan kita hingga saat ini. Entah mengapa aku tak tau, tapi inilah
yang aku rasakan, aku sudah mulai sangat nyaman dengan kedatanganmu disisiku
ini, hingga disaat kau sedang tidak ada didekatku aku selalu mencari kemana
kau menghilang.
Aku takut, aku
sangat takut jika aku sudah mulai mencintaimu. Entah mengapa aku tak ingin itu
terjadi. Jangan biarkan aku mencintainya Tuhan. Jika aku sudah berani
mencintainya, aku juga harus berani kehilangan dia. Aku tak ingin kehilangan
dia. Jika memang aku ditakdirkan untuk mencintainya, bawalah dia menjadi
milikku.
Tapi aku juga takut
jika dia menjadi milikku, aku tak mungkin memilikinya untuk selamanya. Tuhan,
aku mencintainya, aku menyayanginya, aku ingin memilikinya tapi aku tak ingin
kehilangan dia Tuhan. Aku ingin memilikinya tapi apakah mungkin jika aku sudah
bersamanya aku takkan kehilangan dia? Apakah mungkin aku dan dia akan terus
bersama?
Aku tak ingin lagi
merasakan pahitnya kehilangan orang yang benar -benar aku sayangi Tuhan. Aku
tak ingin itu terjadi lagi. Aku hanya ingin bersamanya, bersama dengan orang
yang aku sayang.
Jika memang aku tak
bisa memilikinya bawalah dia kepelukan orang orang yang menyayanginya, ke
pelukan orang orang yang bisa menjaganya,ke pelukan orang yang tak akan
menyakitinya.
Tuhan, aku tau kau
yang paling mengerti siapa yang paling pantas untuk menjaganya. Jangan biarkan
dia bersedih Tuhan, jangan biarkan dia menghilangkan senyuman manis dari
wajahnya itu. Aku ingin melihat dia bahagia, aku ingin melihat senyumnya
selalu terukir di wajahnya.
Jika memang aku tak
bisa membuat senyuman di wajahnya, kirimkan dia seseorang yang mampu membuat
dia tersenyum setiap saat. Karna senyumannya adalah kebahagiaanku.
Jika aku mencintainya apakah aku harus memilikinya?
Jika aku memilikinya apakah aku nanti akan kehilangan
dia?
(: Milla Nur Widyastuti :)
