Ulang tahun itu,
adalah ulang tahun kita. Pada hari itu hubungan kita sudah memasuki usia 3
tahun. Kita berdoa agar kita tak dapat dipisahkan kecuali jika waktu memang
mentakdirkan kita untuk berpisah.
Dihari itu kita
sangat bahagia, dan kita tertawa bersama. Semuanya berjalan lancar dan bahagia,
hingga akhirnya aku megeluarkan darah dari hidungku. Kau panik melihat itu.
Aku mulai lemas, dan
aku terjatuh. Aku tak sadarkan diri.
*skip skip*
Aku mulai sadarkan
diri, tapi aku masih merasa sangat lemas. Diruangan itu hanya ada kau yang
menungguku. Ternyata aku sudah berada di ruang rumah sakit dan orang tuaku tak
ada diruangan itu, mereka sedang sibuk dengan pekerjaan mereka. Tak lama
kemudian kau terbangun dan kau tersenyum karena melihatku sudah terbangun. Aku
menyuruhmu untuk pulang, karena besok kau masih harus sekolah. Kau tak mau tapi
aku memaksa, dan akhirnya kau pun mau. Kau pergi dari kamar rawatku. Dan aku
sendiri disana.
Tidak lama kemudian
dokter masuk, dan aku bertanya ada apa denganku. Jawaban dokter itu sangat
membuatku kaget, aku divonis menyidap penyakit kanker darah. Ya tuhan, kenapa
aku harus mendapat penyakit seberat ini?
Aku menangis dan
dokter menghiburku, aku bisa sembuh asalkan aku rutin menjalankan cuci darah
itu katanya. Tapi aku tak sebodoh itu, aku tau penyakit ini sangatlah fatal,
penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Akupun berusaha tersenyum mendengar
kata-kata dokter itu untuk menutupi perasaan yang ada dihatiku. Tapi aku
meminta kepada dokter agar dia tidak pernah memberitahukan penyakit ini kepada
siapapun.
*2 bulan kemudian*
Aku dan kamu sedang
pergi kesuatu tempat. Aku bosan dirumah, aku bosan hanya bolak-balik kerumah
sakit, dan aku memutuskan untuk mengajaknya pergi ke taman dekat dengan
rumahku. 5 menit setelah kita duduk di bangku taman, aku mulai merasa pusing,
dan wajahku mulai terlihat pucat tapi kamu tak melihat itu semua, karena aku
sedang bersandar di pundakmu, dan kita sama sama fokus melihat kedepan taman
itu. Hingga akhirnya aku jatuh pingsan lagi. Kejadian yang sama seperti 2 bulan
yang lalu.. Dan kau pun langsung membawaku ke rumah sakit.
*di rumah sakit*
Kau menemui dokter
yang memeriksaku. Dan kau menanyakan ada apa denganku. Dokter pun memberi tahu
bahwa selama ini aku menyidap penyakit
kanker darah, dan dokter memberitahu kamu bahwa selama ini aku
memintanya supaya dia tak memberitahu keadaan ini kepada siapapun.
*diruang rawatku*
Kau menangis
melihatku yang sedang terbaring lemah di kasur rumah sakit itu. Kau berbicara
sendiri, kau menyalahkan dirimu sendiri kenapa selama ini kau tidak mengetahui
penyakit yang aku derita.
Tak lama kemudian
aku mulai membuka mataku, aku terasa tidak seperti biasanya, aku merasa lebih
lemas daripada biasanya. Bahkan tanganku sudah sangat sulit untuk digerakkan.
Kau pun menggenggam tanganku dan menangis, "kenapa kamu menyembunyikan ini
semua dariku?" tanyamu sambil menangis
"aku tak mau
membuat kamu sedih… aku tak mau kamu selalu memikirkan aku… aku tak mau menjadi
beban untukmu.." jawabku dengan napas yang terengah-engah
Dan aku sebisa
mungkin berbicara
"semua ini aku
lakukan karena aku menyayangimu. AKU SAYANG……" aku sudah sangat sulit
untuk bernafas, tapi aku berusaha menyelesaikan ucapanku.
"AKU SAYANG
KAMU…" dan aku menghembuskan nafas terakhirku. Kaupun menangis melihat
kepergianku yang sangat cepat itu. Kau tak menyangka bahwa aku akan
meninggalkanmu saat ini.
*pemakamanku*
Pada saat acara
pemakamanku kau datang dengan tangis yang sudah terbendung lagi. Kau memeluk
tanah yang sudah menguburku itu. Ayah dan bundaku berkata "terima kasih
karena sudah menyayangi Sandra sepenuh hatimu, terima kasih karena kamu telah
menjaga Sandra selama ini :')"
"bunda
menemukan ini dikamar Sandra, bunda kira ini untukmu Ara" ucap bundaku
"terima kasih
bunda"
Semua sudah pulang
tersisa kau seorang diri disini, dan kau membuka apa yang di berikan oleh
bundaku. Isinya adalah sebuah album foto, yang berisi semua kenangan kita
disaat kita bersama. Di halaman depan album itu kutuliskan sepenggal tulisan yang berisi
Terima kasih karena kau telah mewarnai
hari-hariku
Terima kasih karena kau telah menyayangiku
Terima kasih karena kau telah melindungiku
Terima kasih karena kau telah memberikan
semangat kepadaku
Semua yang kau beri adalah kenangan
terindah untukku
Semua yang kau beri tak akan pernah
kulupakan
Maafkan aku karena aku harus pergi
Aku harus pergi meninggalkanmu
Aku tak bisa lagi melihat senyumanmu
Tak bisa lagi melihat sosok mu yang dewasa
itu
Lupakanlah aku sayang
Bahagialah bersama orang lain
Bersama orang yang lebih baik dariku
Orang yang lebih sempurna dariku
Karena jika kau bahagia, aku juga turut
bahagia
Turut bahagia bersama kebahagiaanmu
Walaupun kebahagiaanmu bukan datang dariku
ミ★Milla Nur
Widyastuti★彡