RSS

Luluh


*Saat terindah saat bersamamu*
Pertemuan itu yang membuat kita bertemu. Disebuah lapangan, di 2 sisi yang berbeda, dan pada satu titik tatapan kita bertemu. Senyum itu, senyum yang tak akan pernah bisa aku lupakan, senyum terindah yang pernah aku lihat dari sosok sepertimu. Pertemuan yang hanya berdurasi 2 menit tapi sangat berharga, sangat menyenangkan, dan tak terlupakan. Bukan hanya pertemuan itu yang dikehendaki Tuhan, ternyata Tuhan mempunyai kehendak lain. Kini aku dan kamu bisa menjadi kita. Kita yang tidak hanya saling bertatap mata. Tapi kita yang saling mengenal dan kita yang saling menyayangi.

*Begitu lelapnya aku pun terbuai*
Hari-hariku bisa lebih berwarna, kau membawa aura tersendiri untukku. Senyummu mampu membuat hatiku tenang, hanya satu yang aku ingin. Aku hanya ingin menghabiskan seluruh hariku bersamamu. Dan aku tak ingin kehilangan kamu sampai kapanpun.

*Sebenarnya aku tlah berharap ku kan memiliki dirimu selamanya*
Aku selalu ingin waktu berhenti disaat aku sedang bersamamu. Suasana malam saat itu dengan rintik hujan yang turun kebumi, hal yang selalu berputar diotakku. Berdiri didepan sebuah toko, tertawa, dan membagi kebahagiaan bersama. Oh Tuhan, aku tak ingin waktu berputar saat itu, saat aku berdiri disebelahnya dengan menatap matanya. Oh Tuhan, jangan pisahkan kami. Biarkan ciptaanmu ini bahagia bersamanya.

*Segenap hatiku luluh lantah mengiringi dukaku yang kehilangan dirimu*
Tapi mungkih Tuhan punya kehendak lain lagi. Selain pertemuan itu, selain dari bersatunya kita, ternyata ada takdir lain yang telah Dia siapkan. Hal yang selalu aku takutkan terjadi.

*Sungguh ku tak mampu tuk meredam kepedihan hatiku untuk merelakan kepergianmu*
Aku kehilangan dirimu. Oh Tuhan, apakah harus ini terjadi? Apakah aku harus kehilangan dia? Aku sangat nyaman dengannya Tuhan. Aku masih ingin bersamanya, aku masih ingin dekat dengannya, aku masih ingin mencintainya, aku tak ingin kehilangan dia. Aku tak ingin ini semua terjadi.

*Ingin kuyakini cinta takkan berakhir*
Aku sangat berharap bahwa ini semua hanya mimpi. Mimpi yang sangat buruk. Aku selalu berdoa agar mimpi ini segera usai. Aku rindu tatapan teduh darimu, aku rindu semua yang pernah aku lakukan bersamamu. Menunggu hujan misalnya. Aku rindu malam itu, disaat aku masih bersamamu.

*Namun takdir menuliskan kita harus berakhir*
Ternyata ini semua adalah kenyataan, ini semua adalah realita hidup yang asli. Aku dan kamu tidak lagi menjadi kita. Aku dan kamu kini sudah berbeda. Kini aku hanya berharap bahwa ini yang terbaik untukku, walaupun sulit awalnya melepas orang kita cintai tapi aku yakin Tuhan sudah menyiapkan yang lebih baik untukku. Aku percaya.


Jangan pernah lari dari kenyataan
Terima apapun kenyataannya
Yakinlah, Tuhan tidak jahat kepadamu
Dia hanya sedang menyiapkan rencana yang lebih baik
Untukmu….


ミ★Milla Nur Widyastuti

0 komentar:

Posting Komentar