Kita telah bersatu
sayang, ingatkah kau kejadian itu, tepat 27 hari yang lalu. Kau dan aku menjadi
sepasang kekasih. Setelah sebelumnya kau memintaku untuk menjadi pacarmu. Berat
dihatiku untuk menerimamu, bukan karna hal sepele, aku harus memilih dua pilihan
yang sangat berat bagiku. Bayangkan jika kamu ada diposisiku, harus memilih
salah satu orang yang kau sayang. Aku sudah mulai menyayangimu, dan aku ingin
kita bisa menjadi lebih dari sekedar teman. Atapi aku juga tak ingin kehilangan
dia. Dia adalah seseorang yang sangat spesial, dia sudah seperti adikku.
Tapi aku memilihmu,
walaupun aku harus kehilangan dia. Sang masa lalumu, yang sudah seperti adikku.
Entahlah kenapa aku bisa merelakan dia, dan memilih kamu, satu alasanku. Aku
sudah mulai menyayangimu. Aku sudah mulai nyaman denganmu. Aku ingin kita bersatu
menjalani hari hariku bersamamu. Aku ingin kita menjadi suatu pasangan yang
bisa saling membahagiakan satu sama lain. Ya mungkin itu alasanku kenapa aku
merelakan dia pergi dari kehidupanku haya demi dirimu.
Aku dan kamu sudah
bersatu dan dia sudah menjauh dan juga membenciku. Mungkin pilihanku ini memang
salah, tapi entahlah mungkin aku sudah mulai merasakan "cinta itu
buta". Didalam hatiku yang paling dalam, aku tak ingin di pergi dari
hidupku, dia sudah seperti adikku sendiri 2 tahun ini lalu sekarang? Dia
membenciku karna aku lebih memilih kamu.
Tadinya aku kira
kamu bisa menghargai semua pengorbananku ini, tapi mungkin tidak. Kau
meninggalkanku. Kau pergi dari hidupku. Entah apa salahku akupun tak tau yang
pasti kini kau bukan lagi milikku. Aku harus menjalani hidupku sendiri lagi,
tanpa kamu.
Kadang aku berharap
waktu dapat diputar aku tak mau kehilangan dia, seseorang yang sangat berarti
dihidupku. Tapi kini semua sudah terlambat aku sudah kehilangan dia dan kamu.
Mungkin aku harus lebih belajar disaat mengambil keputusan, jangan sampai aku kehilangan
kesempatan karna telah memilih satu pilihan yang lain.
Keep reading :)
(: Milla Nur Widyastuti :)

0 komentar:
Posting Komentar