Namaku Dea aku
mempunyai suatu kisah yang terindah dalam hidupku. Kisah yang takkan pernah
mungkin aku lupakan. Aku mempunyai seseorang yang benar-benar sangat aku
sayangi, dia benar-benar sangat special dihatiku, dia bernama Awan. Dia adalah
sosok seorang yang sangat baik, jujur, setia, dan pengertian. Aku sangat
bahagia bisa mengenal dia dan menjadi kekasihnya, dia mengajarkanku arti
kesetiaan dan aku bersyukur pada Tuhan karena aku telah menemukan cinta
sejatiku, aku bisa merasakan dan melihat bahwa dia memang benar -benar sangat
mencintaiku dan menyayangiku, dengan tulus.
Ya Tuhan terima
kasih karna engkau telah memberikanku anugerah terindah dalam hidupku ini.
Engkau mengirim dia
untukku, dia yang selalu ada untukku, dia yang benar-benar tulus mencintaiku,
terima kasih ya Tuhan. Hari-hari ku
telah kulalui bersamanya begitu indah jika kurasakan, dan tak mungkin aku
lupakan aku sangat mencintainya dan diapun sangat mencintaiku.
Rasa cinta yang di
berikan dia untukku takkan mungkin tergantikan oleh siapapun. Suatu hari dia
bicaraku padaku, dia memberitahuku bahwa dia mempunyai suatu penyakit, aku pun
terkejut, aku sedih mendengarnya. Dia mempunyai penyakit paru-paru dan gagal ginjal. Ya Tuhan jangan pernah engkau mengambil dia
dariku, aku mohon, sembuhkan dia, aku gak mau kehilangan dia.
Dua bulan kemudian
sikap dia kepadaku menjadi berbeda, aku gak tau kenapa dia berubah, apa dia
sudah tak mencintaiku lagi, aku bingung. Satu bulan dia sudah tak memberi kabar
lagi kepadaku. Kita gak pernah ketemu, di telfon gak pernah diangkat. Awan kenapa
kamu giniin Dea, apa salah Dea? Jika memang kamu sudah tak cinta dan tak sayang
lagi sama Dea, bilang dong! Dea gamau kamu kaya gini terus, Dea gamau wan.
Beberapa
hari kemudian aku mendapat kabar dari Langit
Dan
dia memberitahu kabar dari Awan…...
Tunggu kelanjutannya ya teman di Story about Love *part2*:)
Jangan lupa kasih komentar dan penilaian kalian tentang
cerita ini
Klik di kolom penilaian
Letaknya di bawah cerita ini ;)
Thanks.
ミ★Milla
Nur Widyastuti★彡

0 komentar:
Posting Komentar